Berita / Kampus

Ketua Yayasan Imelda Melantik Dr. dr. Imelda Liana Ritonga S.Kp. M.Pd, MN menjadi Rektor Universitas Imelda Medan

Administrator - 27 Januari 2020


Pelantikan Rektor Universitas Imelda medan yang dilaksanakan pada Kamis 23 Januari 2020 merupakan hari bersejarah bagi Yayasan Imelda Medan, pelantikan rektor pertama tersebut merupakan rangkaian proses pemberian SK pendirian Universitas Imelda Medan pada Selasa 5 Nopember 2019 lalu. Dr. dr. Imelda Liana Ritonga, SKP., M.Pd., MN secara resmi dilantik menjadi rektor Universitas Imelda Medan masa bakti 2020-2024. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dilaksanakan di Aula Workshop Yayasan Imelda Medan.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni Sektretaris Pelaksana Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah I, Ibu Dr. Mahriyuni, M.Hum, kemudian Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) provinsi Sumatera Utara, Bapak Dr. H Bahdin Nur Tanjung, SE, MM, turut hadir juga Komisioner KIPD Provinsi Sumatera Utara, Ramses Simanullang, SE, M.Si, kemudian juga hadir mantan Sekda Provinsi Sumut, yang juga sebagai Ketua Parsadaan Ritonga Dohot Boruna (PRDB), H. Hasban Ritonga, SH, jajaran pimpinan perguruan tinggi swasta, asosiasi profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI), PPNI Provinsi Sumut dan PPNI DPD Kota Medan, AIVIKI, dan FORMIKI serta jajaran pimpinan yayasan Imelda Medan.

Rangkaian acara dimulai dari acara kenegaraan, kemudian dialnutkan dengan Ketua Yayasan Imelda, dr. H Raja Imran Ritonga, M,Sc melantik Dr. dr Imelda Liana Ritonga sebagai Rektor Universitas Imelda Medan Masa Bakti 2020 - 2024, pada rangkaian pelantikan dilangsungkan pembacaan sumpah yang disaksikan oleh rohaniawan Dr. Petrus Purwanto, M.Pd, selanjutnya dilangsungkan penandatanganan berita acara oleh ketua yayasan, rektor yang dilantik, Majelis Wali Amanat Universitas Imelda Medan (UIM), Senat senat dan sekretaris senat UIM. Kemudian diakhiri dengan pengalungan tanda kehormatan oleh ketua Yayasan kepada rektor yang dilantik.

Dalam acara tersebut juga disampaikan selayang pandang sejarah Universitas Imelda Medan oleh Meriani Herlina, SKM, S.Kep., M.Biomed dimana pada awalnya Yayasan Imelda diawali dari berdirinya klinik bersalin Imelda pada tahun 1979 yang dikelola oleh ibu dr. Rosa Dalima dan Bapak dr. H. Raja Imran Ritonga, M.Sc yang sangat berkeinginan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kemudian pada tahun 1986 klinik tersebut semakin berkembang menjadi Rumah Sakit Imelda. Dari perkembangan tersebut sehingga pada januari tahun 1992 Yayasan Imelda membuka sekolah pendidikan kesehatan yakni Akademi Keperawatan, sepuluh tahun berikutnya, pada Mei 2002 dibentuk Akademi Kebidanan Imelda, pada tahun 2008 Yayasan Imelda mendirikan Akademi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, selanjutnya pada tahun 2013 beralih menjadi Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Imelda. Hingga pada Oktober 2019, Yayasan Imelda beralih bentuk menjadi Universitas Imelda Medan dengan SK Menritekdikti dengan No : 1036/KPT.I/2019.

Pada sambutan yang disampaikan oleh Rektor bahwa Universitas Imelda Medan akan terus mengembangkan perguruan tinggi ini dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, dimana prodi yang ada semakin membenahi kurikulumnya agar sesuai dengan kebutuhan perekrutan tenaga kerja, kemudian pada aspek penelitian harus sesuai dengan cabang ilmunya, “kami akan merapkan pola penelitian publikasi dan produk penelitian agar lebih terfokus dan berdaya guna”, kemudian setelah itu kita tentunya memiliki keinginan besar untuk mengabdi kepada masyarakat supaya ada sumbangsih ilmu yang telah diteliti kepada masyarakat yang membutuhkan. Kemudian dalam sambutan beliau juga disamping prodi favorit bidang kesehatan, saat ini telah berdiri dua prodi baru yakni S1 Pariwisata dan Ekonomi Syariah yang merupakan prodi unggulan sehingga diharapkan kedua prodi ini terus berkembang dan bisa menghasilkan sarjana yang dibutuhkan di masyarakat.

 

Pada sambutan yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Imelda, dr. H. Raja Imran Ritonga, M.Sc bahwa universitas ini masih muda sehingga memerlukan arahan dan bimbingan dari universitas yang telah lama beroperasi agar terus bisa bersaing “kami yang masih junior ini perlu harus banyak belajar dengan universitas lain yang telah senior” kemudian beliau juga menyampaikan ungkapan terimakasih kepada seluruh tahu undangan yang telah hadir dalam acara pelantikan Rektor Universitas Imelda Medan.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Ketua APTISI Sumatera Utara, Dr. H. Bahdin Nur Tanjung SE, MM beliau menyampaikan selamat atas dilantiknya Dr. Imelda Menjadi Rektor, disamping itu juga beliau menyampaikan bahwa terdapat tiga tantangan besar dalam pengelolaan perguruan tinggi yakni harus adanya sumber daya yang unggul, sebuah tim yang solid untuk bisa secara bersama-sama mengelola perguruan tinggi, kemudian pendanaan yang kuat untuk menopang biaya operasional, hingga terbangunnya teknologi sistem informasi akademik yang kuat dan terintegrasi. “tiga tantangan itu yang cukup sulit dikelola perguruan tinggi, ada banyak tantangan, namun jika dikelola oleh pemimpin yang kuat maka PT akan terus berkembang”.

Selanjutnya dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Pelaksana LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Ibu Dr. Mahriyuni, M.Hum lebih banyak membagikan tips bagi universitas yang baru “Pertama ialah pastikan harus selesainya migrasi data dari nomenklatur sebelumnya ke universitas” beliau menjelaskan bahwa migrasi data ini merupakan proses yang cukup menyita waktu namun harus secepatnya dilaksanakan karena merupakan tuntutan kewajiban, selanjutnya ialah pengelolaan konflik internal yang mungkin terjadi karena adanya peleburan isntitusi menjadi universitas, hingga berikutnya persaingan Imelda ini telah berada di level universitas, ada banyak universitas lain yang telah lebih dulu berdiri, sehingga Universitas Imelda ini harus bisa mengikuti persaingan yang ada sehingga bisa bergerak maju.

Pada kesempatan ini juga diisi pidato ilmiah tentang Peran dan Tantangan Perguruan Tinggi Dalam Menghadapi Era Industri 4.0 oleh Dr. Anshari Ritonga. Dalam pidato ilmiahnya disampaikan bahwa kemajuan teknologi mutakhir masa kini telah menimbulkan disrupsi dalam seluruh aspek pengelolaan perguruan tinggi. Perkembangan yang ada ke depan memungkinkan adanya pengurangan massal tenaga manusia, melainkan banyak yang digantikan oleh robot, oleh karena itu sejak dini kita harus siap sedia memproduksi lulusan perguruan tingi yang produktif, berdaya saing dan bisa tidak takut dalam menghadapi era disrupsi perkembangan teknologi informasi.[Adm/UIM/23/01/2020].